Senin, 11 Desember 2017

Kawah Candradimuka Gunung Lawu

Menyusuri Kawah Candradimuka Gunung Lawu




Berpetualang ke tempat yang jarang dikunjungin... Yap kawah ini boleh jadi adalah sisi lain gunung lawu, lokasinya tersembunyi dan jauh dari trek pendakian. Kalian yang melewati Jalur pendakian Lawu via Cemoro Kandang pastinya pernah mencium bau belerang yang sangat menyengat di Pos 2 Taman sari atas. Aroma belerang tersebut berasal dari kawah legendaris ini.

Sore itu jam 16.00 gue tiba di Basecamp cemoro kandang. Ngisi perut dan kemudian sholat Ashar, kemudian gue berencana treking setelah Magrib. Ya karena Basecamp sampe POS 2 Taman Sari atas kan nggak membutuhkan waktu yang lama, mungkin sekitaran 2,5-3 jam an, kita akan tiba di POS 2.

Jadi... Setelah kelar magriban, gue registrasi pendakian dan habis itu Stretching sebelum treking... Tepat jam 19.00 gue menyusuri trek pendakian cemoro kandang, malam itu hawa gak begitu dingin, namun cukup mistis. Sampe pertengahan jalan sebelum pos 1, gue beristirahat sebentar... Dan gaktau kenapa diatas pohon ada yang maen lempar lemparan dan pohon goyang kenceng banget, ahhh... Apalagi ini ya Allah... "Lindungi hambamu ya Allah dari gangguan astral yang gak sopan sekali". (Dalam hati). Tanpa kelamaan gue pun bergegas melanjutkan perjalanan, hingga tiba sampe pos 1 taman sari bawah. Istirahat sebentar, kemudian lanjut lagi menuju Pos 2. Sekitar jam 21.40 gue sampe di Pos 2. Disana udah ada beberapa rombongan pendaki yang camp, mungkin mereka mau ke puncak. Suhu mulai agak dingin, dan gue segera ngebangun tenda.

Tenda kelar berdiri, kemudian bikin teh dan maem coklat, trus gue istirahat. Plan emang keesokan harinya gue akan ke kawah candradimuka.


Zzzzzzzz.......

Dan Pagi pun datang, Subuhan... Kemudian bikin kopi, sebat, trus bikin sarapan... Sampe jam 09.00 lah pokoknya. 

Setelah itu gue bersiap menuju kawah dengan bawa daypack doang, berisi air minum dan makanan ringan. Serta jas hujan.

Sebelum menuju kawah kita harus menyusuri turunan dan jurang yang sangat curam di belakang Pos 2... (disarankan memakai webbing atau tali, buat mempermudah saat kita turun menuju aliran sungai dibawah Pos 2, karena licin dan curam). Lumayan banget nguji adrenalin..

Lebih sulit dari yang terlihat,hehehe...

 


Setelah sampai bawah dan melewati ujian pertama yaitu turunan curam tadi,  kita akan nglewatin ujian kedua yaitu menyusuri trek berbatu yang mungkin dulunya merupakan bekas aliran sungai lahar dingin. Trek didominasi bebatuan dan aliran sungai kecil, serta tumbuhan cantigi, dan banyak lumut, serta dikelilingi tebing-ebing yang gagah dan menakjubkan banget deh pokoknya.




Mendekati kawah bau belerang akan sangat menyengat, dan aliran sungai tadi jadi mendidih. Gue gak berlama-lama disini. Saran gue... Basahilah scarf atau buff  dengan air, supaya meminimalisir aroma gas beracun belerang... Ohya, jangan lupa meninggalkan tanda dari titik awal hingga menuju kawah, supaya nggak tersesat ya.

 

Awesome banget deh ni kawah, juga instagramable banget view nya. Kelar foto-foto gue pun bersiap kembali menuju Pos 2 lagi, karena hujan mulai membasahi bumi.

So...Kurang lebih dibutuhkan waktu 30 menit - 1 Jam untuk menuju kawah candradimuka dari Pos 2. 

Overall, keindahan gunung nggak harus soal puncak, banyak sisi lain yang mungkin bisa kita jelajahi dan singgahi.


Kamis, 24 Agustus 2017

Pendakian Gunung Argopuro (Baderan-Bremi) Chapter 4


 ROMANTISME DANAU TAMAN HIDUP



Sebelumnya di Argopuro chapter 3….


Argopuro nih bener-bener deh, gue mbrebes lagi sampe taman hidup, dan ternyata romy juga mbrebes, aaaaaa aku luluh oleh keindahanmu…. Ye kan Rom??



Waktu itu pukul 11.30 kami nyampe taman hidup, Dan nggak banyak bicara gue ninggal keril di tepian danau rasanya pengen buru-buru menuju dermaga kecil di taman hidup saat itu...  Sekali lagi… “INI. DANAU. MORE THAN. AWESOME” …. aaaa gue langsung lari dan ninggal keril di pinggiran, trus cuci muka, sumpah seger banget, dan gue minum air langsung dari danau... Gue harus mandi nih ntar (dalam hati). Finally akhirnya bisa sampe di danau taman hidup... sebuah kebanggan sekaligus moment indah dan berkesan bagi gue. Ahhh mbrebes lagi... Rasanya ketemu danau Taman hidup itu kayak berasa ketemu teman hidup....

Senin, 14 Agustus 2017

Pendakian Gunung Argopuro (Baderan-Bremi) Chapter 3


Ciyeee di Chapter 3





Sebelumnya di chapter 2 (disini), gue nggak bisa tidur ….



Tapi.....


Tapi….. gue lupa bawa nyali, ketinggalan di rumah, akhirnya bobok ajah kelonan sama Rendra + Romy,ye kan…



Kemudian waktu beranjak pagi… Si Ihsan pun seperti biasanya “Adzan Subuh”….



Gradasi langit mulai menguning, tanda surya mulai menyapa pagi itu



DAY 4 (21 JULI 2017)

(RAWA EMBIKPUNCAK)

Efek suhu dingin di Rawa embik, membuat embun pagi itu ngebasahin tenda dan sepatu gue yang malemnya gue angin-anginin... yang ternyata belum mengering tuh sepatu,yahhh... Pagi itu nggak banyak kegiatan yang kami lakukan, seperti byasanya masak, ngopi, dan nantinya packing. Kemudian kami sarapan dengan menu instan aja, yang penting bisa mengisi tenaga buat perjalanan selanjutnya menuju puncak. Kita nantinya berencana makan besar sekaligus bikin nasi kuning di puncak Argopuro (misi Pak Abdul yang mau bikin surprise buat istrinya, ahhh so sweet ya). Kelar sarapan gue kebelet, akhirnya eek di sekitaran rawa embik… di bekas kubangan babi… agak menjauh dari lokasi camp.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Pendakian Gunung Argopuro (Baderan-Bremi) Chapter 2

Ada Rindu Di Argopuro





Zssstttttt….Zsssttttttt….ZzzzZZZZ…Zzzz…..ZZZzzzZZZ…..

Setelah sebelumnya gue tertidur dan mimpi indah di episode pertama….. (chapter 1)



“Allahuakbar....Allahuakbar.....Allahhuakbar.....

Gue terbangun dengan suara lantunan Adzan yang membangunkan gue seketika itu... What, di gunung ada Adzan??? Gue mengintip dan sedikit ngebuka resleting celana… eh tenda maksutnya... dan ternyata ada si Ihsan yang Adzan pagi itu, dibawah langit cikasur yang masih gelap dan bertabur ribuan bintang, serta sunyinya cikasur. Suara adzan itu begitu syahdu. Gue ngelihat jam menunjukkan pukul 04.30... keren lu san... Salut dan Bangga... selain bisa ngobrol sama kumbang, ternyata bakat juga jadi Muadzin... Dan inilah awal mula dia jadi alarm pagi di pendakian kali ini hingga beberapa hari ke depan.


Senin, 31 Juli 2017

Pendakian Gunung Argopuro (Baderan-Bremi) Chapter 1

  Kabut Alun-ALun Kecil






Ini tentang sebuah cerita, tentang sebuah rasa, dan rindu tentang sebuah gunung yang sangat istimewa... Beberapa gunung emang punya predikat tersendiri, gunung tertinggi, gunung terdingin, gunung terekstrim, sampai gunung terangker. 


17 Juli 2017 gue dan 13 rekan sependakian punya kesempatan dan alhamdulillah telah berhasil menuntaskan pendakian ke salah satu gunung dengan satu predikat yang belum gue sebut. Yakni Gunung Argopuro, gunung dengan jalur pendakian terpanjang se-Pulau Jawa, kurang lebih 45 km yang harus dilewatin untuk menyelesaikan pendakian Argopuro dengan lintas jalur. Dan rata-rata perhari harus berjalan 6-8 jam, kebayang kan gimana capeknya, panjang banget deh pokoknya. Sepanjang cerita yang bakalan gue tulis disini.

Senin, 05 Juni 2017

IBU PENDAKI



Sharing dan kenalan lebih dekat dengan
IBU PENDAKI



 
Mendaki gunung merupakan aktivitas alam yang beberapa tahun belakangan jadi makin populer dan nge-hits buat para pemuda-pemudi Indonesia. Naik gunung sambil menikmati indahnya alam Indonesia. “kapan kamu kesini”, “Indonesia itu indah lo”, “jangan dirumah aja”, dapat salam dari blablabla...” kata beberapa pendaki-pendaki dalam tanda kutip.

Pendaki gunung pun sekarang banyak banget jenisnya, dan seolah-olah muncul dengan julukannya masing-masing ada pendaki ganteng, pendaki keren, pendaki cantik, dan pendaki-pendaki dengan julukan lain yang kayaknya masih banyak lagi deh,hehehe...

Dan kali ini gue nggak akan ngebahas soal pendaki cantik, keren, ganteng yang tadi. Tapi gue akan ngebahas tentang Ibu Yuni. Beliau merupakan sosok yang cukup dikenal di kalangan pendaki gunung dan mempunyai julukan IBU PENDAKI. Sosok yang sangat inspiratif, ramah, dan pastinya suka naik gunung. Seorang wanita yang lahir di Pekalongan pada 24 Juni 1953 dengan nama lengkap Wahyuni.