Tampilkan postingan dengan label pendaki gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendaki gunung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2019

MENIKMATI PERJALANAN SAAT PENDAKIAN

MENIKMATI PERJALANAN SAAT PENDAKIAN



Mendaki gunung merupakan kegiatan olahraga yang cukup berat dan mahal, karna emang kan ngebutuhin fisik + dana yang lumayan juga. Nah karna kegiatan ini cukup berat di tubuh dan ongkos, lo juga harus tetep menikmati hobi yang mahal ini kan. Di perjalanan panjang di tengah trek pendakian lo juga harus menikmati setiap prosesnya, nah gimana caranya menikmati pendakian?? simak tipsnya dibawah ini : 

Kamis, 15 Maret 2018

CANTIGI

CANTIGI DAN EDELWEISS



Kala itu disebuah ketinggian, penuh warna yang indah tanpa alur cerita namun penuh makna bagi sang pohon, dialah pohon cantigi.

Suatu ketika cantigi terlibat diskusi senja dengan sang edelweiss yang melegenda.


Minggu, 04 Februari 2018

Danau Taman Hidup


Danau Taman Hidup



Danau Taman Hidup, sebuah nama yang cukup unik.. Danau ini emang nggak setenar dan seramai Ranukumbolo Semeru atau juga segara anak Gunung Rinjani. But,,, danau ini sangatlah menyimpan keindahannya tersendiri. Tenang, sunyi, eksotis dan mistis.


Rabu, 03 Januari 2018

Kopdar TMD Sharecost Argopuro

Kopdar TMD Sharecost Argopuro



Di tulisan kali ini gue akan bercerita tentang agenda bulan oktober tahun lalu, agenda ini merupakan lanjutan kerinduan dan kekangenan masing-masing individu yang pernah menapaki trek terpanjang pendakian gunung Argopuro bulan Juli tahun 2017 bareng-bareng. Tepatnya sharecost traveler minim dana di gunung argopuro, dimana ada 14 orang yang ikutan termasuk gue. Udah baca kisah pendakian kami di Argopuro?belum?baca disini.... Gunung Argopuro Chapter 1


Senin, 11 Desember 2017

Kawah Candradimuka Gunung Lawu

Menyusuri Kawah Candradimuka Gunung Lawu




Berpetualang ke tempat yang jarang dikunjungin... Yap kawah ini boleh jadi adalah sisi lain gunung lawu, lokasinya tersembunyi dan jauh dari trek pendakian. Kalian yang melewati Jalur pendakian Lawu via Cemoro Kandang pastinya pernah mencium bau belerang yang sangat menyengat di Pos 2 Taman sari atas. Aroma belerang tersebut berasal dari kawah legendaris ini.

Sore itu jam 16.00 gue tiba di Basecamp cemoro kandang. Ngisi perut dan kemudian sholat Ashar, kemudian gue berencana treking setelah Magrib. Ya karena Basecamp sampe POS 2 Taman Sari atas kan nggak membutuhkan waktu yang lama, mungkin sekitaran 2,5-3 jam an, kita akan tiba di POS 2.

Jadi... Setelah kelar magriban, gue registrasi pendakian dan habis itu Stretching sebelum treking... Tepat jam 19.00 gue menyusuri trek pendakian cemoro kandang, malam itu hawa gak begitu dingin, namun cukup mistis. Sampe pertengahan jalan sebelum pos 1, gue beristirahat sebentar... Dan gaktau kenapa diatas pohon ada yang maen lempar lemparan dan pohon goyang kenceng banget, ahhh... Apalagi ini ya Allah... "Lindungi hambamu ya Allah dari gangguan astral yang gak sopan sekali". (Dalam hati). Tanpa kelamaan gue pun bergegas melanjutkan perjalanan, hingga tiba sampe pos 1 taman sari bawah. Istirahat sebentar, kemudian lanjut lagi menuju Pos 2. Sekitar jam 21.40 gue sampe di Pos 2. Disana udah ada beberapa rombongan pendaki yang camp, mungkin mereka mau ke puncak. Suhu mulai agak dingin, dan gue segera ngebangun tenda.

Tenda kelar berdiri, kemudian bikin teh dan maem coklat, trus gue istirahat. Plan emang keesokan harinya gue akan ke kawah candradimuka.


Zzzzzzzz.......

Dan Pagi pun datang, Subuhan... Kemudian bikin kopi, sebat, trus bikin sarapan... Sampe jam 09.00 lah pokoknya. 

Setelah itu gue bersiap menuju kawah dengan bawa daypack doang, berisi air minum dan makanan ringan. Serta jas hujan.

Sebelum menuju kawah kita harus menyusuri turunan dan jurang yang sangat curam di belakang Pos 2... (disarankan memakai webbing atau tali, buat mempermudah saat kita turun menuju aliran sungai dibawah Pos 2, karena licin dan curam). Lumayan banget nguji adrenalin..

Lebih sulit dari yang terlihat,hehehe...

 


Setelah sampai bawah dan melewati ujian pertama yaitu turunan curam tadi,  kita akan nglewatin ujian kedua yaitu menyusuri trek berbatu yang mungkin dulunya merupakan bekas aliran sungai lahar dingin. Trek didominasi bebatuan dan aliran sungai kecil, serta tumbuhan cantigi, dan banyak lumut, serta dikelilingi tebing-ebing yang gagah dan menakjubkan banget deh pokoknya.




Mendekati kawah bau belerang akan sangat menyengat, dan aliran sungai tadi jadi mendidih. Gue gak berlama-lama disini. Saran gue... Basahilah scarf atau buff  dengan air, supaya meminimalisir aroma gas beracun belerang... Ohya, jangan lupa meninggalkan tanda dari titik awal hingga menuju kawah, supaya nggak tersesat ya.

 

Awesome banget deh ni kawah, juga instagramable banget view nya. Kelar foto-foto gue pun bersiap kembali menuju Pos 2 lagi, karena hujan mulai membasahi bumi.

So...Kurang lebih dibutuhkan waktu 30 menit - 1 Jam untuk menuju kawah candradimuka dari Pos 2. 

Overall, keindahan gunung nggak harus soal puncak, banyak sisi lain yang mungkin bisa kita jelajahi dan singgahi.


Kamis, 24 Agustus 2017

Pendakian Gunung Argopuro (Baderan-Bremi) Chapter 4


 ROMANTISME DANAU TAMAN HIDUP



Sebelumnya di Argopuro chapter 3….


Argopuro nih bener-bener deh, gue mbrebes lagi sampe taman hidup, dan ternyata romy juga mbrebes, aaaaaa aku luluh oleh keindahanmu…. Ye kan Rom??



Waktu itu pukul 11.30 kami nyampe taman hidup, Dan nggak banyak bicara gue ninggal keril di tepian danau rasanya pengen buru-buru menuju dermaga kecil di taman hidup saat itu...  Sekali lagi… “INI. DANAU. MORE THAN. AWESOME” …. aaaa gue langsung lari dan ninggal keril di pinggiran, trus cuci muka, sumpah seger banget, dan gue minum air langsung dari danau... Gue harus mandi nih ntar (dalam hati). Finally akhirnya bisa sampe di danau taman hidup... sebuah kebanggan sekaligus moment indah dan berkesan bagi gue. Ahhh mbrebes lagi... Rasanya ketemu danau Taman hidup itu kayak berasa ketemu teman hidup....

Senin, 14 Agustus 2017

Pendakian Gunung Argopuro (Baderan-Bremi) Chapter 3


Ciyeee di Chapter 3





Sebelumnya di chapter 2 (disini), gue nggak bisa tidur ….



Tapi.....


Tapi….. gue lupa bawa nyali, ketinggalan di rumah, akhirnya bobok ajah kelonan sama Rendra + Romy,ye kan…



Kemudian waktu beranjak pagi… Si Ihsan pun seperti biasanya “Adzan Subuh”….



Gradasi langit mulai menguning, tanda surya mulai menyapa pagi itu



DAY 4 (21 JULI 2017)

(RAWA EMBIKPUNCAK)

Efek suhu dingin di Rawa embik, membuat embun pagi itu ngebasahin tenda dan sepatu gue yang malemnya gue angin-anginin... yang ternyata belum mengering tuh sepatu,yahhh... Pagi itu nggak banyak kegiatan yang kami lakukan, seperti byasanya masak, ngopi, dan nantinya packing. Kemudian kami sarapan dengan menu instan aja, yang penting bisa mengisi tenaga buat perjalanan selanjutnya menuju puncak. Kita nantinya berencana makan besar sekaligus bikin nasi kuning di puncak Argopuro (misi Pak Abdul yang mau bikin surprise buat istrinya, ahhh so sweet ya). Kelar sarapan gue kebelet, akhirnya eek di sekitaran rawa embik… di bekas kubangan babi… agak menjauh dari lokasi camp.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Pendakian Gunung Argopuro (Baderan-Bremi) Chapter 2

Ada Rindu Di Argopuro





Zssstttttt….Zsssttttttt….ZzzzZZZZ…Zzzz…..ZZZzzzZZZ…..

Setelah sebelumnya gue tertidur dan mimpi indah di episode pertama….. (chapter 1)



“Allahuakbar....Allahuakbar.....Allahhuakbar.....

Gue terbangun dengan suara lantunan Adzan yang membangunkan gue seketika itu... What, di gunung ada Adzan??? Gue mengintip dan sedikit ngebuka resleting celana… eh tenda maksutnya... dan ternyata ada si Ihsan yang Adzan pagi itu, dibawah langit cikasur yang masih gelap dan bertabur ribuan bintang, serta sunyinya cikasur. Suara adzan itu begitu syahdu. Gue ngelihat jam menunjukkan pukul 04.30... keren lu san... Salut dan Bangga... selain bisa ngobrol sama kumbang, ternyata bakat juga jadi Muadzin... Dan inilah awal mula dia jadi alarm pagi di pendakian kali ini hingga beberapa hari ke depan.


Senin, 31 Juli 2017

Pendakian Gunung Argopuro (Baderan-Bremi) Chapter 1

  Kabut Alun-ALun Kecil






Ini tentang sebuah cerita, tentang sebuah rasa, dan rindu tentang sebuah gunung yang sangat istimewa... Beberapa gunung emang punya predikat tersendiri, gunung tertinggi, gunung terdingin, gunung terekstrim, sampai gunung terangker. 


17 Juli 2017 gue dan 13 rekan sependakian punya kesempatan dan alhamdulillah telah berhasil menuntaskan pendakian ke salah satu gunung dengan satu predikat yang belum gue sebut. Yakni Gunung Argopuro, gunung dengan jalur pendakian terpanjang se-Pulau Jawa, kurang lebih 45 km yang harus dilewatin untuk menyelesaikan pendakian Argopuro dengan lintas jalur. Dan rata-rata perhari harus berjalan 6-8 jam, kebayang kan gimana capeknya, panjang banget deh pokoknya. Sepanjang cerita yang bakalan gue tulis disini.

Senin, 05 Juni 2017

IBU PENDAKI



Sharing dan kenalan lebih dekat dengan
IBU PENDAKI



 
Mendaki gunung merupakan aktivitas alam yang beberapa tahun belakangan jadi makin populer dan nge-hits buat para pemuda-pemudi Indonesia. Naik gunung sambil menikmati indahnya alam Indonesia. “kapan kamu kesini”, “Indonesia itu indah lo”, “jangan dirumah aja”, dapat salam dari blablabla...” kata beberapa pendaki-pendaki dalam tanda kutip.

Pendaki gunung pun sekarang banyak banget jenisnya, dan seolah-olah muncul dengan julukannya masing-masing ada pendaki ganteng, pendaki keren, pendaki cantik, dan pendaki-pendaki dengan julukan lain yang kayaknya masih banyak lagi deh,hehehe...

Dan kali ini gue nggak akan ngebahas soal pendaki cantik, keren, ganteng yang tadi. Tapi gue akan ngebahas tentang Ibu Yuni. Beliau merupakan sosok yang cukup dikenal di kalangan pendaki gunung dan mempunyai julukan IBU PENDAKI. Sosok yang sangat inspiratif, ramah, dan pastinya suka naik gunung. Seorang wanita yang lahir di Pekalongan pada 24 Juni 1953 dengan nama lengkap Wahyuni.


Minggu, 16 April 2017

Istilah-Istilah dalam Pendakian

 Istilah-Istilah dalam Pendakian

Saat ini, banyak banget tren pendaki hits, pendaki cantik atau pendaki kekinian, tapi tanpa peduli dengan yang namanya keselamatan. Kekinian, Hits, Cantik aja gak cukup buat naik gunung, Nah loh... 

Kamu punya gebetan atau temen yang suka mendaki gunung atau kamu masih pemula dan baru ingin mulai mendaki gunung?? Kenalan yuk, dengan istilah pendakian ini agar obrolan kamu sama rekan pendakian semakin akrab dan tentu akan berguna ketika kamu mendaki.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Inilah istilah-istilah dalam pendakian yang harus kamu tau gaiss  :
  1. Simaksi : Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi
  2. Itenary : rencana perjalanan, list tempat yang akan dikunjungi
  3. Logistik : persediaan bahan makanan
  4. Mountaineering : adalah kegiatan mendaki gunung dan menyusuri hutan dengan menerapkan materi-materi yang dibutuhkan selama pendakian
  5. Treking : perjalanan panjang dengan berjalan kaki
  6. Hiking : Jalan kaki di alam bebas 
  7. Ultralight hiking : suatu cara atau teknik melakukan perjalanan ke alam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip safety prosedur serta kenyamanan selama berada di alam bebas.
  8. Ekspedisi : perjalanan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu
  9. Summit / summit attack : Istilah yang digunakan saat akan naik atau menyusuri trek menuju puncak gunung
  10. Keril : ransel gunung berukuran besar.
  11. Daypack : ransel gunung yang berukuran kecil.
  12. Rock : istilah rock digunakan untuk menandakan adanya batu yang meluncur dari atas. Jadi ketika ada pendaki berteriak “Rock! Rock! Segeralah mencari posisi yang aman.
  13. Tik-tok / Tek-tok : naik turun gunung dalam sehari
  14. Crampon : logam yang ditempelkan di telapak sepatu guna mendaki gunung es.
  15. Webbing : tali untuk memanjat tebing
  16. Harness : Pengikat tubuh dari pita webbing yang berfungsi untuk menyelamatkan pemanjat tebing yang jatuh dari kemungkinan cedera parah
  17. Gaiter : pelindung sepatu dan kaki yang berfungsi untuk menjaga sepatu dari masuknya kerikil, batu, debu, lumpur.
  18. Trekking Pole : tongkat hiking yang terbuat dari bahan alumunium.
  19. Buff : masker atau slayer serbaguna yang bisa dijadikan masker, penutup kepala dan sebagainya.
  20. Taslan : bahan yang tergolong anti air yang sering digunakan sebagai bahan jaket.
  21. Goretex : Salah satu bahan jaket yang paling kuat dan anti air.
  22. Polar : bahan jaket dengan lapisan serat seperti kapas yang dapat menyimpan panas tubuh.
  23. Sleeping Bag : kantong tidur yang biasanya terdapat penutup kepalanya juga.
  24. Tali Prusik : tali kecil berukuran 3-6 mm, memiliki banyak fungsi.
  25. Flysheet : tenda pendukung yang biasanya digunakan sebagai penutup bagian atas tenda.
  26. Footprint / alas tenda : Sebuah alas yang digunakan sebagai pelapis di bagian bawah tenda. Footprint ini merupakan bagian tersendiri yang terpisah dari tenda.
  27. Frame : rangka pada tenda
  28. Dry Bag : Tas anti air untuk menjaga barang bawaan dalam keadaan kering pada cuaca yang tidak menentu.
  29. Nesting : panci untuk memasak
  30. Opsi : operasi bersih-bersih gunung
  31. Ranger : penjaga taman nasional
  32. Porter : pemandu perjalanan sekaligus orang yang membantu membawa barang.
  33. Bonus : trek tanpa tanjakan (landai)
  34. Shelter : tempat istirahat yang biasanya bisa digunakan untuk tempat bermalam.
  35. Pos : tempat singgah atau lokasi istirahat sementara.
  36. Pos Bayangan : Pos yang berada di antara tengah tengah pos utama (Pos 1 - Pos Bayangan - Pos 2)
  37. Double M : sebutan untuk Gunung Merapi dan Merbabu.
  38. Triple S : sebutan untuk Gunung Sindoro, Sumbing, dan Slamet.
  39. Survival : bertahan hidup dalam kondisi tak menentu.
  40. Head Lamp : lampu atau senter yang bisa diletakkan di kepala.
  41. Survivor : orang yang bertahan hidup
  42. Survival kit : Kotak yang berisi segala macam alat yang kelak akan berguna apabila kita melakukan survival. Di dalamnya terdapat juga daftar alat-alat apa saja yang harus tersedia di dalam kotak itu
  43. Hipo : Hipo termasuk singkatan dari hipotermia. Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.
  44. Mountain sickness : Suatu penyakit yang banyak menyerang para pendaki gunung. Penyakit ini terjadi terutama pada pendakian lebih dari 2400 meter. Tidak jarang, pendaki gunung meninggal karena mountain sickness. Penyakit yang juga disebut altitude sickness ini terjadi karena ketidakmampuan tubuh untuk beradaptasi dengan kondisi alam di pegunungan yang berbeda dibandingkan dataran rendah.
  45. Bivak : sebuah tenda sederhana yang digunakan sebagai tempat istirahat sementara saat mendaki gunung.
  46. Leader : seorang pemimpin dalam rombongan pendakian
  47. Sweeper : biasanya berada di posisi paling belakang dalam rombongan. Tugas sweeper biasanya bertugas untuk memastikan bahwa tak ada barang pendaki maupun pendaki yang tertinggal dalam rombongan.
  48. SAR (Search and Rescue) : Kegiatan kemanusiaan untuk mencari dan memberikan pertolongan kepada manusia yang dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana.
  49. Ranjau : biasanya mengacu pada kotoran manusia.
  50. Water Proof : tahan air.
  51. Wind Proof : tahan angin.
  52. Rain Coat : Mantel / Jas Hujan
  53. Camp : Berkemah atau camping adalah kegiatan yang dilakukan di alam bebas dengan menginap di dalam tenda
  54. Break : Kata yang sering diucapkan ketika kita butuh istirahat saat trekking 
Nah itu sebagian istilah-istilah dalam pendakian, kalo ada yang belum tercantum bisa kalian tambahkan di kolom komen yah man-teman....!!!

Senin, 10 April 2017

Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho (With Track Mountain JKT)

Ekpedisi Lawu via Cetho

(Traveler Minim Dana dan Track Mountain)




Jalur candi cetho adalah salah satu jalur dari beberapa jalur pendakian menuju puncak lawu, Jalur  menuju puncak lawu yang cukup favorit bagi para pendaki adalah via jalur cemoro sewu dan cemoro kandang karena kedua jalur ini lebih pendek treknya daripada jalur candi cetho yang panjang dan masih sangat alami trus belum terlalu ramai juga di lewatin para pendaki. Jadi sangat cocok buat para pendaki yang pengen suasana hening saat pendakian.

Jalur pendakian candi cetho berada di dusun cetho, desa gumen, jenawi, karanganyar disini ada candi hindu yang masih di gunakan buat sembahyang pemeluk agama hindu yaitu candi cetho, dan juga candi kethek. Jalur candi cetho merupakan gabungan dari unsur keindahan, etnik, dan juga mistis.

Kamis, 09 Februari 2017

Pendakian Gunung Merapi Via Selo

Pendakian Gunung Merapi





Gunung Merapi dengan ketinggian 2.930 mdpl adalah salah satu gunung teraktif di dunia. Lereng selatan gunung ini berada dalam wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang, Boyolali, serta Klaten. Kawasan hutan di sekitar puncaknya jadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) sejak tahun 2004. (Wikipedia)


Saat ini pendakian via jalur New Selo merupakan satu-satunya jalur resmi Gunung Merapi setelah erupsi pada tahun 2010. New Selo berada di tengah-tengah antara Gunung Merapi dan Merbabu, tepatnya di Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Berjarak kurang lebih 2 km dari Polsek Selo.

Sebelum menuju ke New Selo kita harus ke basecamp Barameru terlebih dulu. Sampe tempat ini kendaraan pribadi kemudian kita parkir, trus registrasi tiket pendakian. Di basecamp Barameru fasilitas cukup lengkap, kita bisa istirahat n repacking ulang. Serta makan atau sekedar ngopi santai.


Minggu, 31 Juli 2016

Perspektif Pendaki Gunung




PERSPEKTIF PENDAKI GUNUNG



“Mendaki gunung”, beberapa tahun belakangan peminat kegiatan ini semakin bertambah, sebut aja mereka Pendaki Gunung entah mereka pendaki senior, pendaki junior, pendaki karbitan, pendaki newbie, pendaki nyampah, atau pendaki alay, pendaki vandal mereka tetaplah pendaki gunung yang akan mendaki gunung-gunung dengan tujuannya masing-masing... yah kembali ke hakikat dan tujuan mereka masing-masing.
Dan dalam sebuah kehidupan, pasti ada Pro Dan Kontra, ada yang suka dan ada yang anti (nggak suka).

Minggu, 29 Mei 2016

Mari Berdiskusi #2 (Mengisi Malem Minggu TMD)

Mari Berdiskusi #2




Tanggal 28-29 Mei 2016 kemaren, gue dan temen-temen Traveler Minim Dana atau TMD ikut sebuah forum dan acara yang bertitel "MARI BERDISKUSI #2" Kenapa TMD ikut?? karena event ini adalah forum diskusi sekaligus camp ceria di perkebunan teh jamus, Ngawi. Kota gue.

Salah satu wisata unggulan kota Ngawi, dan recomended banget nih buat camp. Meskipun kalo pas hari libur, dari pagi nyampe sore pasti banyak banget Abg Abg yang pada pacaran ke tempat wisata ini, tapi gakpapa lah daripada gue yang LDR atau temen² gue yang jomblo NO JONES,hehehe...

MARI BERDISKUSI #2, atau gue singkat MB#2 mengundang para komunitas penggiat alam, komunitas musik, stand up comedy, dan artwork. Berbeda dari konsep sebelumnya yang cuman mengundang komunitas musik. Jadi event yang kedua ini lebih keren pastinya. Dan kebetulan gue juga suka musik, suka alam, suka becanda, suka gambar dan suka RAISA. wah cocok dong, meskipun RAISA ndak isa ikut acara ini. Gak mungkin ikut juga!!!


Rabu, 18 Mei 2016

Kaos Pendaki dan Merch TMD

KAOS PENDAKI dan MERCH TMD




Di era zaman yang tambah modern aja, sekaligus lagi hits nya dunia pendakian yang padahal udah ada sejak dahulu kala...
Pendakian sekarang terasa lebih modern, dengan fashion dan passion yang tambah maju pula, peralatan Outdoor juga tambah canggih dan mudah didapat...

Kembali ke passion dan fashion tadi, banyak bertebaran di dunia maya pendaki ganteng, pendaki cantik, pendaki setengah ganteng setengah cantik, yang fashion dan passion mereka di gunung itu ngedukung mereka buat jadi hits tadi, apa sih!!!!!??????



Kamis, 14 Januari 2016

Rekan Pendakian




"You need special shoes for hiking, and a bit of a special soul as well."  Terri Guillemets
" Kamu butuh sepatu spesial untuk mendaki, dan juga jiwa yang spesial." 

         Kata salah satu pendaki luar negeri...

Seperti halnya mereka yang percaya, gue pun juga mengamini bahwa kualitas sebuah perjalanan turut ditentukan oleh “bersama siapa kita melakukan perjalanan itu". Ya, sebagai teman berbagi, "Rekan Pendakian” atau temen mbolang, ataupun travelmate, tentu memberikan efek yang signifikan bagi kualitas perjalanan kita.

Selasa, 27 Oktober 2015

Tragedi Kebakaran Gunung Lawu

Tragedi Lawu 3265 Mdpl
(mengenang yang telah tiada)



Belakangan ini banyak sekali muda mudi yang mengisi waktu libur mereka sama acara “Naik Gunung”. Apakah mereka tau hakikat naik gunung? buat apa mereka naik gunung? Dan apakah mereka layak berada di gunung?
Sebenarnya apa sih yang mereka cari digunung? Ya, emang nggak di pungkiri kalau gunung adalah satu satunya tempat tinggi di bumi ini. Gunung menyajikan karya tuhan yang tiada duanya. Kita bisa banyak belajar dari sebuah acara bernama “mendaki gunung”

Di daerah jawa timur aja, setiap akhir pekan dan libur nasional hampir setiap gunung diserbu oleh para pendaki. Mulai dari gunung tinggi seperti gunung Semeru, Lawu, Arjuno Welirang, Penanggungan maupun gunung wisata seperti Bromo, Ijen, Kelud atau mungkin yang medannya sedikit ekstreme seperti gunung raung.

Buat para pemula mereka akan lebih milih gunung yang nggak terlalu tinggi dan medan yang nggak terlalu berat. Tapi? Apakah kita sadar bahwa akhir akhir ini sering terjadi kecelakaan digunung? Tragedi yang memakan korban? Apakah kita udah paham betul tentang Safety di gunung? Apakah kita udah banyak pengetahuan tentang manajemen perjalanan di gunung? mari kita sama-sama belajar!!

Ini yang selalu di lupakan oleh para pendaki, mereka pikir hanya dengan guide mereka akan selamat? Tidak!!! Hanya dengan bekal ilmu, dan manajemen perjalanan yang baik mereka bisa selamat saat naik maupun turun, serta nggak melupakan pula ijin dari yang di atas dan Ortu kita dalam sebuah pendakian.

Setiap pendaki harus bisa minimal ilmu dasar Survival, Navigasi Darat, dan manajemen perjalanan. Mereka juga butuh tim, bukan tim yang egois tetapi yang bisa menjaga satu sama lain. Banyak kasus terjadi saat ini karena setiap anggota tim ingin mencapai puncak bukan ingin bersama sama mencapai perjalanan yang selamat.



Bahkan, 18 Oktober 2015. Beberapa waktu yang lalu sempat terjadi tragedi di gunung Lawu, yah Gunung yang termasuk seven summits di pulau Jawa ini mengalami kebakaran hebat yang menewaskan banyak pendaki, tepatnya di antara pos 3-4 Gunung Lawu via cemoro sewu.